ANTIHISTAMIN II Turunan Propilamin dan Fenotiazin
Antihistamin adalah obat yang sering dipakai dibidang dermatologi, terutama untuk kelainan kronik dan rekuren. Antihistamin adalah zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor histamin.Sedangkan histamin sendiri merupakan derivat amin dengan berat molekul rendah yang diproduksi dari L-histidine.
Gambar 1. Rumus umum antihistamin
Berdasarkan strrukturnya, histamin dibagi menjadi 4 kelompok:
1. Turunan Etilendiamin
2. Turunan Kolamin
3. Turunan Propilamin
4. Turunan Fenotiazin
Turunan Propilamin dan Fenotiazin termasuk kedalam golongan antihistamin II.Pada Turunan propilamin , obat obat golongan ini memiliki daya antihistamin yang kuat.Antihistamin golongan ini antara lain feniramin, khlorpheniramin, brompheniramin, dan tripolidin. Turunan propilaminada yang bersifat jenuh dan tidak jenuh .Propilamin yang jenuh disebut sebagai feniramin yang merupakan molekul khiral .Antihistamin golongan ini merupakan antagonis H1 yang pling aktif , tidak cenderung membuat kantuk. Pada anggota yng bersifTjenuh , sistem ikatan rangkap dua aromatik yang koplanar Ar-C =CH-CH2-N faktor penting untuk aktivitas antihistamin
Beberapa turunan propilamin , diantaranya :
1. Feniramin maleat; Avil ; Trimeton; Inhiston maleatBerupa garam yang berwarna putih dengan sedikit bau seperti amin yang larut dalam air, dan alkohol. Feniramin maleat merupakan anggota seri yang paling kecil potensinya dan dipasarkan sebagai rasemat .Dosis lazim : 20 – 40 mg, sehari 3 kali2. Klorfeniramin maleat ; Chlortrimetonmaleat; CTM ; PehachlorBerupa puder kristalin putih, larut dalam air, alkohol dan kloroform. Mempunyai pKa 9,2 dan larutannya dalam air memounyai pH 4-5. Klorinasi ferinamin pada posisi para dari cincin fenil memberikan kenaikan potensi 10 x dengan perubahan toksisitas tidak begitu besar. Hampir semua aktivitas antihistamin terletak pada enantiomorf dektro. Dektro-klor dan brom feniramin lebih kuat daripada levonya.3. Dekstroklorfeniramin maleat / Polaramine maleatmerupakan enantiomer klorfeniramin yang memutar kekanan. Isomer ini aktivitas anti histaminnya paling dominan dan mempunyai konfigurasi S yang super imposable pada konfigurasi S enantiomorf karbinok - samin levorotatori yang lebih aktif.4. Bromfeniramin maleat / Dometane maleatKegunaan sama dengan klorfeniramin maleat senyawa ini mempunyai waktu kerja yang panjang dan efektif dalam dosis 50 x lebih kecil daripada dosis tripelenamin.5. Dekstrobromfeniramin maleat / DisomerAktivitasnya didominasi oleh isomer dekstro, dan potensinya sebanding.
Farmakologi :
Salah satu contoh dari turunan propilamin adalah CTM (Chlorpheniramine Maaleat) . Adapun farmakologi dari CTM adalah menurunkan sensitivitas saraf terhadap histamin yaitu hormon yang dapat memunculkan reaksi alergi . Mekanisme kerjanya adalah menghambat kerja dari histamin untuk mengatasi alergi eksudatif akut dn keadaan hipersensitivitas.
Farmakokinetik ;
- Absorbsi : diserap dengan baik setelah pemberian oral sebanyak 25-45 % dan dalambentuk larutan 35-60 %.Konsentrasi dari plasma puncak umumnya terjadi dalam waktu 2-6 jam .
- Onset : Efek antihistamin jelas dalam waktu 6 jam setelah dosis tunggal
- Durasi :Efek antihistamin dapat bertahan selama lebih dari 24 jam
- Distribusi : Mengalami distribusi cepat dan luas
- Ikatan protein plasma: sekitar 69-72 %
-Metabolisme : Mengalami metabolisme substansial dalam mukosa GI selama penyerapan dan efek lintas pertama melalui hati .Dimetabolisme cepat dan ekstensif terutama menjadi minimal 2 metabolit tak dikenal dan monodesmethylchlorpheniramine dan didesmethylchlorpheniramine.
-Eliminasi ;
Rute eliminasi : diekskresikan dalam urin dari chlorpeniramine dan metabolit metabolitnya yang merupakan hasil dari N-dealkilasi bervariasi terhadap pH urin dan aliran urin. Penelitian menunjukkan pada orang sehat dengan fungsi ginjal dan hati yang normal menunjukkan 20% dari dosis tunggal peroral diekskresikan melalui sebagai urin dalam bentuk tak berubah, 20% monadesmetilchlomeniramine dan 5% sebagai didesmetilchlorpeniramin.
Waktu paruh : eliminasi terminal paruh CTM adalah 12-43 jam, pada anak-ank 9,6 -13,1 jam. Pada pasien dengan ginjal kronis , waktu paruh eliminasinya mencapai 280-330 jam.
Stabilitas: ditempat kering pada suhu 15-30 derajat celcius
Farmakodinamik:
Adapun farmakodinamik dari CTM yaitu memiliki mekanisme kerja sebagai antagonis histamin yang berkompetisi dengan histamin endogenus untuk menduduki reseptor normal pada sel-sel efektor di traktus GI, pembuluh darah, beberapa otot polos .Efek antgonis histamin ini akan menyebabkan berkurangnya gejala alergi pada penderita. CTM punya efek antikolinergik dan sedatif ringan . Diperkirakan bahwa mekanisme antihistamin juga berhubungan dengan kerja obat dalam mempengaruhi antikolinergik pusat. Karena obat antagonis H1 dapat menstimulasi dan mendepresi susunan saraf pusat.
Dosis : 6-12 tahun 2mg, maksimal 12mg tiap 4-6 jam dan untuk usia 12 tahun keatas 4mg tiap 4-6 jam maksimal 24mg untuk dewasa dan maksimal 12 mg untuk lansia.
Turunan Fenotiazin
Turunan fenotiazin bekerja dengan cara menghambat reseptor dopamin diotak, sehingga jumlahnya seimbang . Obat golongan ini memiliki efek antihistamin yang tidak begitu kuat tetapi memiliki daya neuroleptik kuat sehingga digunakan pada keadaan psikosis.Turunan fenotiazin mempunyai struktur kimia karakteristik yaitu sistem tri siklik tidak planar yang bersifat lipofil dan rantai sampinng alkilamino yang terikat ada atom N tersier pusat cincin yang bersifat hidrofil. Rantai samping tersebut bervariasi dan kebanyakan merupakn salah satu struktur sebagai berikut : propildialkilamino, alkilpiperidil atau alkilpiperazin.
- Absorbsi : klorpromazin diabsorbsi baik setelah konsumsi per oral. bioavailiabilitas obat berkisar 20 % setelah melewati metabolisme di hepar dengan onset kerja obat 30-60 menit. konsentrasi puncak plasma obat oral tercapai dalam waktu 2-4 jam sedangkan konsentrasi puncak pada pemberian IM tercapai pada waktu 15-30 menit.
- Metabolisme : setelah dikonsumsi, klorpromazin akan dimetabolisme di hepar, melalui jalur isoenzim ssitokrom menjadi 10-12 metabolit-metabolit utama seperti 7-hidroksiklorpromazin dn klorpromazin N-oksida.
- Distribusi : distribusi klorpromazin berkisar 92-97 % berikatan dngan protein . Volume distribusi obat berkisar 20 L/ kg. Klorpromzin melewati sawar plasenta dan sawar darah otak serta obat ini diekskresikan dalam ASI.
- Eliminasi : waktu paruh biologis berkisar 30 jam.Obat dieliminasi melalui urin dan feses dalam bentuk metabolit aktif dan inaktif.
Sari,F. dan S.W.Yenny.2018. Antihistamin Terbaru dibidang Dermatologi. Jurnal Kesehatan Andalas. 7 (4) : 61-62.
Siswandono.2016. Kimia Medisinal 2 Edisi 2. Airlangga University Press, Surabaya
Terimakasih artikelnya sangat membantu dan sangat jelas, ditunggu untuk artikel selanjutnya
BalasHapusTerimakasih kak
Hapusterima kasih artikelnya sangat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan
BalasHapusTerimakasih kembali
HapusTerimakasih, artikelnya sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih ilmunya 👍
BalasHapussering-sering update dan berbagi ilmu.
BalasHapusOke...ditunggu aja update terbarunya
Hapusbagus sekali artikenyaaaa. good jobb
BalasHapusTerimakasih caca
Hapusbagus. good job...
BalasHapusbermanfaat sekali ilmunya
BalasHapusmantappp
BalasHapusArtikel yang bisa menambah ilmu
BalasHapusArtikelnya sangat membantu dan bermanfaatt, terus buat artikel seperti ini ya!!
BalasHapusTerimakasih sudah berkunjung
Hapussangat bermanfaat, ditunggu update selanjutnya!
BalasHapusTerimakasih...ditunggu ya ☺️
Hapusmakasih kakk, infonya bermanfaat
BalasHapussangatt bermanfaat👍
BalasHapusartikelnya sangat bermanfaat, ditunguu nextnya..
BalasHapusTerimakasih ilmunya semoga bermanfaat
BalasHapusTerimakasih atas materinya kakkk
BalasHapusSama sama ^^
HapusHalo kakak terimakasih atas ilmunya ^-^
BalasHapusTerimakasih banyak atas ilmunya, artikelnya sangat bermanfaat 🙏🏻
BalasHapusTerimakasih ilmunya, ditunggu artikel selanjutnya
BalasHapusOke .. Terimaksih nya
Hapusterimakasih ka, ilmunya sangat bermafaat sekali, menambah pengetahuan kita
BalasHapusMkasih banyak atas ilmunyaaa
BalasHapusTerimakasih untuk ilmunya semoga bermanfaat untuk sari
BalasHapusSama sama ...
Hapus